Kamis, 18 November 2010

Ingat dulu





Wahai malam...
Ijinkan saya bercerita...
Tentang kebaikan...
Saya mengenalnya. Dia hadir begitu kecil dan merasa terasing. Membawa saya pada putaran waktu yang berbeda. Melintasi banyak hal bersama. Berbagi, dari kasih hingga amarah.. Saya menyadari bahwa kami tidak akan satu. Begitupun dia.
Dia menunjukkan pada saya arti dari cinta yang sesungguhnya. Cinta yang merelakan. Tidak menuntut dan menyayangi dengan cara yang berbeda. Walau untuk itu, saya harus melewati semua rasa sakit yang mencabik tidak hanya hati tapi juga psikis saya.
Dalam ketidakberadaannya, saya mengerti semua yang ingin disampaikannya. Hal yang terpenting dari cinta itu adalah melupakan. Melupakan semua sakit hati dan perih. Merelakan semua impian tapi tetap menggenggam harapan. Cinta yang ikhlas. Cinta yang merelakan sakit hati ketika melihat seseorang yang dicinta berbahagia bersama yang lain. Cinta yang mungkin takkan dimengerti tanpa melewati semua keinginan dan penolakan.
Inilah yang disebut cinta hanya untuk cinta. Dia bebas, tidak dimiliki.
Dan kini semua sakit itu menjadi sebuah kebaikan. Saya tidak akan menyerah dan lemah dengan jutaan penolakan dan sakit hati yang diarahkan pada saya. Karena saya pernah mengalaminya.
Terimakasih untuk semua derita dan rasa sakit yang mungkin akan selalu terkenang bersama hadirnya sosokmu. Tapi itu takkan lagi menggoreskan luka yang lebih dalam. Terima kasih telah mengajariku tersenyum ditengah kesedihan. Dan untuk tegar, tidak lagi berpura-pura bahagia. Terima kasih untuk segalanya.

Yang tersayang,



Note :
~ Malam ini pesonamu membuatku bertutur dalam baris kata