
Haiiiiii
Ketemu lagi di hari minggu.
Harinya Tuhan.
Bagaimana minggu ini sudahkah kerumahNya?
Hari ini saya senang sekali.
Ini akan menjadi awal baru dalam kehidupan rohani saya.
Yup, dari minggu kemarin hingga minggu ini, hal yang paling saya nantikan, yang sebelumnya tak pernah begitu saya nantikan adalah berkunjung ke rumah Tuhan, menyanyi, mengucap syukur dan bertemu saudara seiman.
Menyenangkan sekali. Seakan menjadi pribadi yang baru.
Ada sebuah janji yang hari ini terucap. Dan perjanjian ini adalah perjanjian r.a.h.a.s.i.a antara saya dan Pemilik saya.
Semoga dapat bertahan ke minggu-minggu berikutnya. Karena saya sangat mengerti bahwa janji ini harus ditepati. Saya belum pernah begitu yakin berjanji dihadapanNya tanpa ragu atau ada pertimbangan lain, saya mantap.
Bagaimana perasaan kalian mengenai hidup ini? Selama kalian masih bisa tertawa dan bersyukur, hidup akan menjadi sebuah hal yang lebih dari apa pun. Hargai hidup, dan hiduplah demi sebuah kehidupan. :D
Untuk hari minggu ini, jakarta berawan dan siang hari turun hujan. Semoga hujan ini membawa berkah yang memang dibutuhkan. Setelah merejang panas berbulan sebelumnya.
Memasuki bulan September yang ~ber~ berarti hujan maka harus lebih semangat menjalaninya. Saya tidak pernah ingin berada di zona nyaman dalam hidup. Karena terlalu banyak kenikmatan dari ketidaknyamanan. Pembelajaran menjadi lebih baik ketika saya dihadapkan pada suatu masalah yang sulit dan cobaan hidup yang tak pernah dapat saya temukan pemecahan yang terbaik.
Terkadang saya pernah berpikir seolah apapun keputusan yang saya ambil, pada akhirnya keputusan salah yang justru menjadi pilihan saya. Kecewa? Mungkin. Tapi saya tak dapat memilih untuk kembali ke masa itu dan mengambil keputusan yang tepat. Karena sebenarnya saya yakin tak pernah ada keputusan yang tepat.
Semua ada risiko dan tanggung jawabnya. Saya salah memilih mungkin karena risiko dan tanggung jawab yang harus saya jalani juga besar. Sedangkan saya hanya ingin menjalani hidup dengan jalan yang mudah atau berisiko kecil. Makanya saya menganggap keputusan itu salah. Tapi saya anggap itu hanyalah sebuah kesialan saja, agar saya tetap optimis di kemudian hari.
Lucunya adalah karena terlalu optimis, saya merasa ketika saya jatuh atau salah, ada yang menopang saya begitu kuat sehingga saya kembali berjuang untuk hidup. Dan saya tahu hanya pada Tuhanlah saya merasa percaya, bahwa saya tidak akan terlihat bodoh karena keputusan itu. Apapun yang saya pilih Tuhan akan menyertai. Dan saya sangat percaya itu.
Terkadang Tuhan membiarkan saya menangis, dan memberi kekuatan pada saat akhir. Tapi itu akan mengajari saya bahwa menangis itu menguras emosi, jiwa dan waktu. Itu hanya kesia-siaan. Jika tidak dibiarkanNya saya begitu, maka selamanya saya takkan mengerti.
Kini senyuman menjadi teman saya.
Dan hal yang membuat saya sedih, saya tinggalkan dan lupakan. Hidup bahagia itu pilihan, dan jika saya terus berkubang pada masalah, maka waktu untuk berbahagia hanya sedikit. Jadi belajar memaafkan dan melupakan itu penting. Demi menjelang kebahagiaan.
Mari kita manyambut hal yang selalu dapat membuat kita mengerti, memahami dan mencoba berbesar hati untuk meraih senyuman jiwa. Lets do it!!!
Note :
~ Kegereja pagi naik motor akan menjadi agenda rutin setiap minggu
~ Menyusun dan mendata buku di rak buku kamar akan sangat menyenangkan. menghitung koleksi yang belum ada, dan mencoba untu kmelengkapi koleksi. Catat catat!!!
~ Bersemangat meraih masa depan, tetap optimis setelah berdoa tadi :D Tx God.