Senin, 06 September 2010

Harapan itu ada



Pernah tidak merasakan memiliki selera yang sama. Aku senang menemukan harapanku sama dengan harapan seorang teman. Dan ini mengenai harapan mendirikan sebuah kafe dengan buku-buku didalamnya. Menyenangkan bukan? Bagi yang mengerti ini akan menjadi sebuah hal yang menyenangkan.
Aku ingin sekali mewujudkan mimpi itu. Oh lebih baik jika itu ku sebut dengan harapan. Bagiku harapan adalah masa kini, hari ini. Sedangkan impian adalah milik masa mendatang yang entah kapan akan kujumpai.
Hari ini aku berbicara dari hari ke hati dengan temanku mengenai impian dan harapan. Dan kami menemukan banyak kecocokan. Entah karena hobi atau hal lain, tapi menjadikannya sebagai bisnis kurasa cukup menyenangkan.
Semoga harapan ini menjadi nyata. Karena apa yang telah terbenam lama di dada rasanya sayang jika dilewatkan.
Rasanya ada sesuatu yang mencoba untuk melompat keluar. Saat apa yang kau pikirkan itu mimpi ternyata bisa menjadi nyata. Dan itu akan membuatmu menjadi lebih bersemangat dan berpikir bahwa saatnya menjadi seorang peri kecil yang bisa mewujudkan mimpi, apalagi itu adalah mimpimu sendiri.
Aku harus berusaha, mencoba dan berjuang.
Wujudkan mimpi itu sekarang....
Tuhan menjadikan ini indah pada waktunya. Sekalipun usiaku sudah tidak muda lagi.
Dan menggenggam harapan seolah menggenggam batu dalam kantongmu. Selama kau menyakini batu itu masih ada dalam kantongmu, maka harapan itu akan tergenggam selamanya. Dan kau cukup menyakininya...itu saja...
Ayo wujudkan harapan itu :D