
Tulisan ini disadur dari buku Eat,Pray,Love karya Elizabeth Gilbert di halaman 221-222.
Semalam saya membaca pada halaman ini, dan ingin saya share di blog ini.
Mungkin ini akan menjadi hal yang dapat membuat kita berpikir tentang arti kebebasan.
Walaupun saya tidak mengerti konteks kebebasan sesungguhnya. Namun ada hal-hal yang bagi saya merupakan suatu kebebasan.
Anggap saya kebebasan itu bermacam-macam. Dan jika merasa puas atau lengkap, artikan sendiri dalam hati dan tanyakan 'apakah ini kebebasan?'.
Enjoy it !!
Perintah-Perintah Untuk Mencapai Kebebasan
- Metafora hidup adalah perintah Tuhan.
- Kamu baru saja naik keatas dan berada diatas atap. Tidak ada penghalang antara kamu dan Yang Ilahi. Sekarang, lepaskan.
- Hari telah berakhir. Sekarang waktu untuk sesuatu yang indah itu berubah untuk menjadi sesuatu yang indah lainnya. Sekarang, lepaskan.
- Keinginanmu untuk suatu penyelesaian adalah sebuah doa. Kamu berada disini merupakan jawaban Tuhan. Lepaskan, dan perhatikan bintang-bintang bermunculan-diluar maupun didalam.
- Dengan segenap hatimu, mohonkan rahmat, dan lepaskan.
- Dengan sepenuh hati, ampuni dia, AMPUNI DIRIMU SENDIRI; dan lepaskan dia.
- Biarkan niatmu menjadi kebebasan dari penderitaan yang tidak berguna. Kemudian lepaskan.
- Perhatikan panasnya hari berubah menjadi dinginnya malam. Lepaskan.
- Jika karma dari suatu hubungan telah berlalu, hanya kasih yang tinggal. Ini aman. Lepaskan.
- Ketika masa lalu telah berlalu darimu, lepaskan. Kemudian turunlah dan memulai sisa hidupmu. Dengan kegembiraan yang luar biasa.
Membaca ini mengingatkan tahun pertama ketika saya patah hati. Saya merasa sangat sedih, hingga tak mampu lagi melakukan segalanya dengan benar. Dan selama ini yang membebani saya adalah sebuah kenyataan bahwa saya tidak mampu mengampuni diri saya sendiri.
Memang benar jika karma dari sebuah hubungan telah berlalu, hanya ketenangan yang saya rasa. Dan ketika saya merasakan itu, saya mengirim sebuah pesan 'semoga masih tetap bisa menyayangimu'. Itu adalah ungkapan kasih saya, tanpa ada maksud didalamnya. Inilah inti dimana saya merasa utuh dengan segenap hati mengampuninya.
Dan ketika masa lalu ini berlalu. Saya dapat merasakan kedamaian dan siap menyambut hari baru dengan kegembiraan yang luar biasa.
Tepatnya saya tidak merasakan tekanan yang besar dari masa lalu saya. Tapi merasakan kebebasan yang sesungguhnya pun belum juga. Nanti saat saya dan Pemilik Hidup dipertemukan, mungkin itulah kebebasan seutuhnya-rohani dan jasmani.
Note :
~ Hari yang cerah.
~ Eat,Pray,Love ~ Elizabeth Gilbert , **** read the book and wacth the movie.