Buku ini pernah menemani saya beberapa tahun lalu.
Ketika itu saya sangat mencintai seseorang. Dan berharap dialah yang menjadi akhir dari pencarian cinta saya.
Tapi semua tidak berjalan sesuai harapan saya.
Ketika saya sedang ke toko buku saya menemukan buku ini. Seolah petunjuk dari Tuhan untuk memperbaiki hati saya.
Untuk itu saya mengucapkan terima kasih.
Hari ini saya tanpa sengaja kembali membacanya.
Sebelumnya banyak hal yang saya lewati seperti ketika menjadi orang yang 'tak waras'. Melewati masa dimana dalam satu hari ketika saya pulang kerja membeli dua tiket film dengan jam pemutaran yang berbeda, saya menonton hingga malam. Membeli dua es krim, satu kotak popcorn ukuran besar, dua cola, tiga chunky bar SQ. Dan film yang saya tonton ketika itu 'HEART' dan 'DA VINCI CODE'. Dan itu dalam satu malam.
Hati terasa sakit, tapi saya sejenak lupa dan karena terlalu lelah akhirnya tertidur, tanpa berpikir lagi.
Saya pernah juga membanjirinya dengan cinta, memohon padanya tapi dia berenang meninggalkan saya. Untuk itulah hal itu takkan pernah saya lakukan, karena saya tahu akhir yang saya dapat. Jadi jangan lakukan itu!!.
Ternyata proses penyembuhan patah hati saya telah sampai pada halaman 36. Akan saya cuplikan satu halaman dari buku itu.
~Jatuh Cinta Pada Dirimu Sendiri~
Setelah putus hubungan, kemungkinan besar kau merasa sedikit murung, bersikap kritis kepada setiap kekuranganmu dan mengubahnya menjadi bencana yang amat besar. Kau telah menemukan alasan untuk menyalahkan dirimu sendiri atas putusnya hubungan kalian, tetapi kemungkinan besar, masalahnya benar-benar terletak kepada dirinya, bukan dirimu.
Dan, apapun alasan mantan pacarmu, menyalahkan dirimu sendiri tidak akan memenangkan hatinya kembali atau membuatmu melanjutkan hidupmu.
Inilah peluang untuk mengetahui jati dirimu tanpa seseorang yang bisa disebut sebagai pasangan jiwamu. Inilah peluang untuk benar-benar sendirian dan merengkuh jati dirimu sebagai seorang individu. Inilah peluang untuk jatuh cinta kepada dirimu sendiri.
Konsep ini mungkin konyol, tetapi kau pasti terkejut saat mengetahui berapa banyak wanita yang menatap cermin dan berharap agar mereka adalah orang lain. Tidak ada orang yang sempurna, dan sesungguhnya, rumput dikebun tetangga pasti selalu tampak lebih hijau.
Kau memiliki begitu banyak hal untuk ditawarkan kepada dunia. Dan hanya karena seorang cowok yang payah tidak menyadari apa yang dimilikinya, itu tidak berarti bahwa kau tidak pantas dicintai.
Kau berutang pada dirimu sendiri, menghibur hatimu dan merawat kebutuhanmu. Putusnya hubungan kalian ini bukanlah waktu untuk mengasihani dirimu sendiri. Inilah waktu untuk mengenal dirimu sendiri, merengkuh berbagai hal yang kau sukai, dan mengubah berbagai hal yang tidak kau sukai.
Kau harus jatuh cinta kepada dirimu dulu.... Lalu menyerahkan sisanya kepada nasib.
-Advice-
Sisihkan waktu untuk sendirian.
Supaya kau tahu betapa menakjubkan saat kau ditemani oleh dirimu sendiri.
Ingatlah bahwa kesendirian tidak selalu berarti kesepian.
Kesendirian bisa menjadi pengalaman yang indah untuk menemukan kreativitasmu, perasaanmu yang sepenuh hati, dan ketenangan serta kedamaian bathin yang ada jauh dilubuk hatimu.
~Waktu berlalu....Hati sembuh~
Note :
~ The Breakup Book karya Diane Mastromarino, penerbit Karisma
~ Buku ini dibeli di toko buku Karisma Cijantung pada tanggal 17 January 2006. Sebulan setelah putus.
~ Menolong saya melewati masa 'ketidakwarasan' dalam hidup saya.