
September ceria...
Pernah mendengar hal itu melalui sebuah lagu. Semoga hal yang menjadi satu itu benar-benar terwujud dalam hidup yang sedang saya jalani.
Ceria pertama di bulan ini adalah saya memenangkan sebuah buku dari sebuah blog kutukutubuku.com. Ini adalah untuk kedua kalinya saya memenangkan buku dari blog tersebut. Tapi hal yang lebih penting dari kata ceria adalah melihat wajah ceria di bibir orangtua saya. Bukan hal yang mudah untuk membuat hal itu menjadi nyata.
Tak pernah terpikir oleh saya untuk durhaka atau mengecewakan mereka. Kesedihan mereka seperti pedang yang dapat membunuh saya seketika. Oleh sebab itu kata ceria memiliki peranan penting dalam mewujudkan semua tindakan. Karena saya adalah anak panah yang melesat, maka saya mengharapkan busur yang kuat dalam melepas anak panah itu melintasi masa kini dan masa depan dengan pasti. Dan busur itu adalah kedua orangtua saya.
Semua menjadi tua dan mati secara alami atau dalam keadaan tidak alami, tapi semua itu melebur menjadi organik yang sama. Dan akan jadi seperti apa saya ketika masa itu akan datang. Apa saya akan takut, tenang atau ikhlas. Ketika terbayang itu, otomatis mata ini tergenang oleh air, banyak sekali hal buruk yang pernah saya lakukan.
Tapi hidup adalah perjalanan, dan entah dengan apa saya melaluinya serta apa nama tempat perhentian saya, haltekah, stasiunkah, terminalkah, pelabuhankah atau bandarakah. Jika hidup diibaratkan seperti itu maka yang memiliki iman lebih baik pasti menaiki pesawat dan tiba di bandara.
Tak ingin mengecewakan pemberi kehidupan dengan mensia-siakan yang diberi. Hidup itu di isi dengan ruh dan memakai tubuh yang dapat mati, karena saya percaya ruh itu abadi dan tidak akan pernah mati. Maka hembusan nafas Tuhan telah menciptakan ruh yang dahsyat dan kuat.
Tak ada seorang anakpun yang dapat membalas jasa orangtua, tapi saya berusaha menjadi jembatan batin mereka untuk tenang karena telah mendidik dengan baik.
Mungkin aneh ya tiba-tiba saya terpikir untuk menulis ini. Tapi semua ada masa dan jabatan hidup yang harus ditanggung. Sekarang adalah masa saya tumbuh menjadi dewasa dengan jabatan seorang anak. Dan akan tiba masa saya menjadi tua dengan jabatan sebagai orangtua. Inilah yang dimaksud dengan rotasi kehidupan.
Dan jabatan ini harus saya pertanggungjawabkan dengan baik, karena akan tiba masa dimana saya bertanggungjawab penuh atas apa yang telah saya lakukan. Jika dirunut sejak terlahir hingga saat sekarang, saya lebih banyak menghindar dari pekerjaan hidup. Dan saat serah terima jabatan membuat saya banyak merenung tentang hal yang telah terlewat, penyesalan yang saya tanggung seumur hidup ini.
Tetapi semua itu hanya pada satu titik dimana semua manusia terhubung (connecting people), maka jabatan dan masa hanya suatu lesatan yang akan dilalui setiap anak panah menuju satu perhentian. Dan saat ini saya terhubung sangat erat secara emosional pada orangtua saya.
Dan saya sangat nyaman jika menjalani kehidupan ini bersama dengan orang-orang yang akan selalu terhubung baik secara spiritual maupun emosional. Seperti melintasi waktu sambil bergandengan tangan. Jika suatu saat saya jatuh akan ada yang menangkap saya, tapi saya juga menyadari bahwa akan ada saatnya saya benar-benar terjatuh tanpa ada yang menopang.
Untuk itu menyadari sejak dini, akan membuat langkah ini semakin baik. Menjadi terbaik bagi diri sendiri lebih bijak untuk dapat menunjukkan pada dunia hal yang dinamakan kebajikan.
Jadi mari berjuang untuk menceriakan dunia, karena semua tidak berhenti disini.
Pernah mendengar hal itu melalui sebuah lagu. Semoga hal yang menjadi satu itu benar-benar terwujud dalam hidup yang sedang saya jalani.
Ceria pertama di bulan ini adalah saya memenangkan sebuah buku dari sebuah blog kutukutubuku.com. Ini adalah untuk kedua kalinya saya memenangkan buku dari blog tersebut. Tapi hal yang lebih penting dari kata ceria adalah melihat wajah ceria di bibir orangtua saya. Bukan hal yang mudah untuk membuat hal itu menjadi nyata.
Tak pernah terpikir oleh saya untuk durhaka atau mengecewakan mereka. Kesedihan mereka seperti pedang yang dapat membunuh saya seketika. Oleh sebab itu kata ceria memiliki peranan penting dalam mewujudkan semua tindakan. Karena saya adalah anak panah yang melesat, maka saya mengharapkan busur yang kuat dalam melepas anak panah itu melintasi masa kini dan masa depan dengan pasti. Dan busur itu adalah kedua orangtua saya.
Semua menjadi tua dan mati secara alami atau dalam keadaan tidak alami, tapi semua itu melebur menjadi organik yang sama. Dan akan jadi seperti apa saya ketika masa itu akan datang. Apa saya akan takut, tenang atau ikhlas. Ketika terbayang itu, otomatis mata ini tergenang oleh air, banyak sekali hal buruk yang pernah saya lakukan.
Tapi hidup adalah perjalanan, dan entah dengan apa saya melaluinya serta apa nama tempat perhentian saya, haltekah, stasiunkah, terminalkah, pelabuhankah atau bandarakah. Jika hidup diibaratkan seperti itu maka yang memiliki iman lebih baik pasti menaiki pesawat dan tiba di bandara.
Tak ingin mengecewakan pemberi kehidupan dengan mensia-siakan yang diberi. Hidup itu di isi dengan ruh dan memakai tubuh yang dapat mati, karena saya percaya ruh itu abadi dan tidak akan pernah mati. Maka hembusan nafas Tuhan telah menciptakan ruh yang dahsyat dan kuat.
Tak ada seorang anakpun yang dapat membalas jasa orangtua, tapi saya berusaha menjadi jembatan batin mereka untuk tenang karena telah mendidik dengan baik.
Mungkin aneh ya tiba-tiba saya terpikir untuk menulis ini. Tapi semua ada masa dan jabatan hidup yang harus ditanggung. Sekarang adalah masa saya tumbuh menjadi dewasa dengan jabatan seorang anak. Dan akan tiba masa saya menjadi tua dengan jabatan sebagai orangtua. Inilah yang dimaksud dengan rotasi kehidupan.
Dan jabatan ini harus saya pertanggungjawabkan dengan baik, karena akan tiba masa dimana saya bertanggungjawab penuh atas apa yang telah saya lakukan. Jika dirunut sejak terlahir hingga saat sekarang, saya lebih banyak menghindar dari pekerjaan hidup. Dan saat serah terima jabatan membuat saya banyak merenung tentang hal yang telah terlewat, penyesalan yang saya tanggung seumur hidup ini.
Tetapi semua itu hanya pada satu titik dimana semua manusia terhubung (connecting people), maka jabatan dan masa hanya suatu lesatan yang akan dilalui setiap anak panah menuju satu perhentian. Dan saat ini saya terhubung sangat erat secara emosional pada orangtua saya.
Dan saya sangat nyaman jika menjalani kehidupan ini bersama dengan orang-orang yang akan selalu terhubung baik secara spiritual maupun emosional. Seperti melintasi waktu sambil bergandengan tangan. Jika suatu saat saya jatuh akan ada yang menangkap saya, tapi saya juga menyadari bahwa akan ada saatnya saya benar-benar terjatuh tanpa ada yang menopang.
Untuk itu menyadari sejak dini, akan membuat langkah ini semakin baik. Menjadi terbaik bagi diri sendiri lebih bijak untuk dapat menunjukkan pada dunia hal yang dinamakan kebajikan.
Jadi mari berjuang untuk menceriakan dunia, karena semua tidak berhenti disini.