Senin, 28 September 2009

Holiday by myself


Hello pepiers...
Setelah liburan yang sangat sangat panjang. Dan begitu begitu membosankan. Akhirnya saat masuk kantor tiba. Pertama mau ngucapin selamat lebaran!! Walau sudah lewat semoga moment dan aura pemaafan masih tercium dan terasa. Maafin saya ya seperti saya memaafkan kamu, kalau gak mau maafin berarti kamu dosa...xixixi ngancem... Btw saya hanya menerima maaf yang tulus dan berasal dari hati ^u^.
Nach saya mau berbagi tentang masa lebaran ini, kenapa kata bosan begitu menggema karena 2/3 dari masa libur itu saya stay @ home. Seperti napi yang boleh menjalani tahanan luar. Tapi disamping itu semua baik-baik saja dan santai.
Di tv dalam sepekan hanya tiga hal yang menarik perhatian saya yaitu arus mudik, kebakaran dan G-20 di pittsburgh USA. Walau porsinya berbeda tapi acara favorit saya adalah arus mudik beserta kisah dan tragedi di dalamnya. Saya berkesimpulan bahwa kunjungi orang terkasih saat waktu dan transportasi menuju sana aman, nyaman dan lega.
Beredarnya banyak film lokal maupun non lokal di tv membuat saya mengalami perputaran jam tidur yang cukup terbalik. Siang yang panas menjadi begitu menakjubkan dan malam yang dingin menjadi menegangkan. Dan akhirnya hari pertama bekerja menjelang siang kepala saya mulai berputar ingin merebahkan dirinya. Semalampun tidur jam 2 pagi. Awesome bukan? hehehe
Selama orangtua saya di solo dan jogja tiada hari tanpa komunikasi, selalu menanyakan kabar apapun itu. Manyenangkan bukan? Seperti orang yang sedang kasmaran, tapi jatuh cinta setiap hari dengan orang yang kita sayangi adalah kewajiban yang tulus. Saya jadi ingin mencari seseorang yang bisa membuat saya jatuh cinta setiap hari.
Lebaran itu identik dengan jalan yang lebaran, karena sepi. Dan hanya segelintir orang yang berlalu lalang di jalan, lebih suka stay di tempat wisata, mall ataupun rumah. Dan dipastikan hampir 60% orang di jakarta ini urbanisasi diantaranya kedua orang tua saya ^_^.
Kalau bicara fenomena ini saya sangat kesal karena mengapa pendapatan harus disentralisasi di satu tempat saja. Membuat kesenjangan semakin menjadi. Sampai kapan pemerataan dan stop pemiskinan ini dapat bergerak kearah perwujudan. Hanya bisa berdoa, dan berharap ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk mengurai benang yang sudah kusut dan mungkin hampir putus ini.
Ada satu cerita dari saya tentang terjun bebas di dapur sebagai pemasak pemula. Karena lebih banyak dirumah maka saya eksperimen memasak dengan segala lauk pauk dan bumbu atau sayuran yang bisa diolah. Ehm saya disini berperan seperti farah quin dengan kata-kata andalannya 'this is it'. Dan ternyata menyenangkan juga bergaul dengan cabe, kol, jagung dan rekan-rekan lainnya. Hasilnya sukses, dan bisa saya makan buat diri saya sendiri. Tapi untuk terus menekuni dunia ini mungkin saya lebih suka menjadi astronot yang hanya sesekali menyentuh bulan dalam arti kata belum begitu mencintai dapur.
Kabar terbaru adalah orangtua saya besok akan tiba di jakarta. Thanks God, masih diberikan kesempatan untuk menjaga dan bersama mereka.
Sekian untuk hari ini.... Semoga saya lebih bersemangat lagi menjalani hidup agar ada cerita dan kisah yang menantang serta bermakna yang bisa saya bagi.

Note :
Film anak Upin dan Ipin mulai menggelitik saya. 'betul betul betul'
Film Memoirs of Geisha mengajarkan saya bahwa dalam sunyi sesungguhnya jangan pernah berharap karena harapan ada disaat terang. Tapi menggenggam harapan seumur hidup berarti mendekap keinginan tetap hidup. Nilainya : ***** must have this dvd
Masak itu mengandalkan insting dan feeling. Jangan pernah memasak agar dipuji orang tapi buatlah masakan itu sepenuh hati seolah kita membuatnya untuk yang kita kasihi (diri sendiri atau orang lain).

Kamis, 17 September 2009

Amaze n Sadness



Pepi, dach lama tak tulis-tulis :D
Sebenarnya lagi pengen cerita dan kabari, tapi sedang asyik dengan twitter (i called it mini blog). jadi curahan hampir dua minggu ini terangkum kalimat demi kalimat disana. Lagi addicted banget nech... No day without twitter....
Hari ini ingin mengetik karena rasa kedekatan yang diabadikan dalam satu tulisan, terasa menggelitik untuk dilewatkan. Saya akan memulai dengan kegiatan yang amaze sampai sadness.
Saya senang hari sabtu kemarin menghadiri Meet N Greet with Dee lestari (hamil 8 bulan) dalam rangka promo novel terbaru Perahu Kertas. Mendapatkan tandatangan dan terkagum dengan penuturannya dan cara mengungkapkan awal dari penulisan novel tersebut. Inilah untuk kedua kalinya belajar bagaimana si penulis speech di hadapan penggemar. Penulis adalah harga mati sebuah dedikasi terhadap karya dan buku. Sebuah profesi yang sangat saya cintai dan saya impikan (hope it can't be just dream). Saya lampirkan fotonya :D
Sejak semalam hati saya terus gelisah dan sedih merasakan rasa kehilangan yang sangat. Karena besok adalah keberangkatan my parents mudik. Menjelang hari-hari keberangkatan, saya takut mereka kekurangan sesuatu atau apapun itu. Berharap semua siap dan lancar, tiba dengan selamat.
Ada kabar yang sebenarnya malas sekali saya cerita, tapi ingin saya ingat yaitu untuk pertama kalinya saya dikecewakan oleh orang yang saya kagumi. Harusnya bukan hanya YM yang di remove tapi FB juga dan yang paling penting tidak tergoda towanttoknowwithhim dengan delete nomor teleponnya. Cerita yang berputar di kepala saya yang dengan sangat siap akan saya tulis dalam bentuk cerita panjang berupa novel seketika menjadi tidak cocok dengan sosoknya sekarang.
Seperti yang pernah saya tulis di Admire bahwa saya tidak ingin dekat dengan orang yang saya kagumi, karena akan merusak bentuk imajinatif sempurna yang saya ciptakan. Begitulah yang terjadi, saya terjebak dalam jebakan batman yang membawa saya tetap melapor dan memantau kabar darinya.
Seperti halnya pasir-pasir pantai yang sangat indah dan berkilau dikejauhan namun menusuk dan menyakitkan ketika bersamanya. Itulah yang menggambarkan hubungan ini. Lebih indah tak menyentuh dan tak tersentuh.
Apapun itu, hidup terus berlanjut bukan. Hati tidak bisa berbohong. Dan yang lebih penting lagi adalah hati tau dimana rumahnya berada. Seperti halnya jodoh yang tidak kemana, maka semua hal yang terjadi dalam hidup ini adalah soal jodoh atau tidak, entah dalam pendidikan, pekerjaan, percintaan ataupun perbendaan.
Tak pernah merasakan rasa tersedih seperti saat ini. Khawatir terhadap my parents, kecewa terhadap seseorang serta mengetahui kenyataan bahwa cinta sejati itu tidak ada. Mama pernah bertanya ketika menonton sinetron di TV : Kok ada ya orang yang cinta banget sampe ngejar2, padahal dia tau orang itu gak suka sama dia?. Saya tertegun dan menatapnya kemudian tersenyum. Ma, saya pun juga begitu, saya paling tidak suka ada pria yang mengejar-ngejar cinta saya. Saya ingin berusaha seimbang, saya ingin ada waktu dimana saya berusaha meraih cintanya. Karena saya ingin tahu rasanya berkorban dan meraih sesuatu, apalagi itu hal yang layak untuk diperjuangkan. Jadi untuk masalah cinta hanya ada satu kalimat : mari memperjuangkan cinta bersama-sama!!.
Yah minggu-minggu yang berat..
Tapi saya bersyukur karena mulai besok saya libur panjang menjelang lebaran, yach 9 hari lha! Tuhan memberikan saya waktu yang cukup untuk menangis, merenung, menyesali dan memaafkan diri saya sendiri. Tidak ada yang sempurna, itu saya tahu tapi menyadari bahwa "kelahiran adalah sebuah kesalahan, dan manusia hidup untuk memperbaiki kesalahan itu" . Cuplikan kata-kata favorit saya. Penuh rasa dan makna.
Selamat menikmati liburan dan berhari raya, semoga kita bisa bertemu lagi usai bersantai-santai dan menghabiskan waktu bersama orang terkasih.

Note :
Harga tiket menjelang lebaran dan biaya-biaya yang mengikutinya sungguh sangat mahal, menguras dompet terdalam, ditambah kemacetan dan berdesak-desakan. Och sungguh saya tidak suka mudik, bukanlah lebih enak vacation di lain waktu yang tenang..
Kejadian gempa ternyata menggetarkan seluruh peralatan dan membuat panik, dan dianggap sebagai teguran dari Pemiliknya.
Perahu Kertas : i love kugy n keenan . i recommended this book, great story n slowly..
Dee lestari : beautiful, smart n tallent.
Sherina (Cinta Pertama Dan Terakhir) : Good Song n Video Clip i love it.





Selasa, 08 September 2009

Hello Pepi :D


Hello my pepi...

Ada yang bilang tulisan di blog, kok akhir-akhir ini jadi resmi dan terasa suram. Sedikit diwarnai dengan kata-kata yang terlalu keras terhadap diri sendiri.

Setelah diperhatikan ternyata kedewasaan itu tidak harus serius dan penuh dengan kata-kata yang bermakna menggurui. Ingin memadukan bahasa yang baik tanpa mengubah unsur kebahagiaan yang biasa menjadi belahan diri ini.
Baiklah, saya tidak harus berkeras hati, tapi juga tidak harus kekanak-kanakan. pepismile akan di remajakan kembali.
Minggu ini telah menerima paket buku dan paket permen. Sebenarnya mengharapkan paket Tupperware tapi ternyata tidak masuk kualifikasi cerpen Ramadhan yang saya ikuti. Yach di iklaskan saja. Tapi semoga tidak membuat cita-cita ini melemah, tapi justru sebagai acuan untuk berkarya lebih baik lagi. :D
Di bulan puasa ini semua berlangsung biasa, yang tidak biasa adalah jalan tol yang semakin padat. Membuat hari pulang kerja terasa menjemukkan dan melelahkan. Yang pasti bekal dari rumah tetap berjalan. Good for my wallet xixixi :D
Minggu ini my parents sudah merencanakan untuk pulang kampung selama 12 hari. Sudah membeli tiket bus executive berangkat tanggal 18 nanti. Entah mengapa perasaan ini jadi sedikit kangen. Mom sudah berkali-kali khawatir tentang makanan yang harus ditinggalkan, nasib kami dan sebagainya. Justru saya yang lebih khawatir dengan mereka, tapi saya tidak tunjukkan takut mereka sedih.
I hope everything will be okay and God always protect and save us.
Tidak terasa sudah dua minggu puasa terlewati dan menanti hari raya. Libur seminggu di bulan ini belum tahu dimanfaatkan untuk apa. Mungkin home will be my favourite as a week, stay, rest and spend it along day.
Terpikir untuk belanja belanji mengisi lemari es dengan makanan untuk liburan nanti. Tapi mungkin nanti saja menjelang liburan. Mempersiapkan orangtua yang mau berangkat ternyata lebih ribet dan pusing dibanding dengan memikirkan indahnya liburan.
Saya mau cerita sedikit disini, mengenai FANP. My mom pengen saya tetap keep in touch with him. Tetapi rasanya sulit bagi saya melakukan itu. Hanya bisa berkata semua ada saatnya, jadi tidak terpikir untuk serius dan mencoba meraih hatinya. Karena memang ini bukan saat yang tepat. Inginnya jika itu terjadi maka dia adalah pria yang tepat, hadir disaat dan waktu yang tepat, so The Right Man. Maka ketepatan itu menjadi kombinasi sempurna yang membuat hati dan jiwa ini berpikir bahwa inilah hadiah dari Tuhan.
Oh iya saya dapat pembatas buku dari gagasmedia yang berjudul wannabe a writer. Jadi terinspirasi mengirim suatu karya kesana tapi belum sempat mengedit cerita apa yang akan dikirim, juga segmen apa yang akan diambil. Belum memiliki keberanian untuk melaju dan meraih cita itu. But i am little dissapointed with my mom coz she says that be a writer can not being me a rich woman or can costing my wholelife. But i think this is my passions.
Semoga apa yang kita harapkan dan kita impikan seijin dari Tuhan dan orang tua. Dan semoga apapun itu dimudahkan jalannya dan ditunjukkan segera. Saya percaya Tuhan bukannya tidak mengabulkan tetapi belum saatnya mengabulkan impian itu. So being a patient person.
Note :
Permen keluaran Go Fresh unik, berisi 24 strips. Hanya berupa lembaran yang sangat tipis diletakkan di lidah dan meresap sendiri. Tersedia beberapa rasa yang jelas itu permen pappermint. So hot and flavour.
Buku panduan pria mengenai toilet wanita ternyata sebuah novel yang juga berisi self-help. Sudah selesai dibaca, karakter novel percintaan dengan alur seorang penulis, terasa menumpuk jalan ceritanya, tapi jika dibaca dengan kesantaian tingkat tinggi seperti bisa memahami sudut penulisan itu sendiri. Not bad to spend your time with read this book.
Film Ice Age is funny ..rate ****
Film Harry Potter is confusing .. rate ****
Thats 2 films i watched on sunday morning :P

Selasa, 01 September 2009

Any Story ....


September ceria...
Pernah mendengar hal itu melalui sebuah lagu. Semoga hal yang menjadi satu itu benar-benar terwujud dalam hidup yang sedang saya jalani.
Ceria pertama di bulan ini adalah saya memenangkan sebuah buku dari sebuah blog kutukutubuku.com. Ini adalah untuk kedua kalinya saya memenangkan buku dari blog tersebut. Tapi hal yang lebih penting dari kata ceria adalah melihat wajah ceria di bibir orangtua saya. Bukan hal yang mudah untuk membuat hal itu menjadi nyata.
Tak pernah terpikir oleh saya untuk durhaka atau mengecewakan mereka. Kesedihan mereka seperti pedang yang dapat membunuh saya seketika. Oleh sebab itu kata ceria memiliki peranan penting dalam mewujudkan semua tindakan. Karena saya adalah anak panah yang melesat, maka saya mengharapkan busur yang kuat dalam melepas anak panah itu melintasi masa kini dan masa depan dengan pasti. Dan busur itu adalah kedua orangtua saya.
Semua menjadi tua dan mati secara alami atau dalam keadaan tidak alami, tapi semua itu melebur menjadi organik yang sama. Dan akan jadi seperti apa saya ketika masa itu akan datang. Apa saya akan takut, tenang atau ikhlas. Ketika terbayang itu, otomatis mata ini tergenang oleh air, banyak sekali hal buruk yang pernah saya lakukan.
Tapi hidup adalah perjalanan, dan entah dengan apa saya melaluinya serta apa nama tempat perhentian saya, haltekah, stasiunkah, terminalkah, pelabuhankah atau bandarakah. Jika hidup diibaratkan seperti itu maka yang memiliki iman lebih baik pasti menaiki pesawat dan tiba di bandara.
Tak ingin mengecewakan pemberi kehidupan dengan mensia-siakan yang diberi. Hidup itu di isi dengan ruh dan memakai tubuh yang dapat mati, karena saya percaya ruh itu abadi dan tidak akan pernah mati. Maka hembusan nafas Tuhan telah menciptakan ruh yang dahsyat dan kuat.
Tak ada seorang anakpun yang dapat membalas jasa orangtua, tapi saya berusaha menjadi jembatan batin mereka untuk tenang karena telah mendidik dengan baik.
Mungkin aneh ya tiba-tiba saya terpikir untuk menulis ini. Tapi semua ada masa dan jabatan hidup yang harus ditanggung. Sekarang adalah masa saya tumbuh menjadi dewasa dengan jabatan seorang anak. Dan akan tiba masa saya menjadi tua dengan jabatan sebagai orangtua. Inilah yang dimaksud dengan rotasi kehidupan.
Dan jabatan ini harus saya pertanggungjawabkan dengan baik, karena akan tiba masa dimana saya bertanggungjawab penuh atas apa yang telah saya lakukan. Jika dirunut sejak terlahir hingga saat sekarang, saya lebih banyak menghindar dari pekerjaan hidup. Dan saat serah terima jabatan membuat saya banyak merenung tentang hal yang telah terlewat, penyesalan yang saya tanggung seumur hidup ini.
Tetapi semua itu hanya pada satu titik dimana semua manusia terhubung (connecting people), maka jabatan dan masa hanya suatu lesatan yang akan dilalui setiap anak panah menuju satu perhentian. Dan saat ini saya terhubung sangat erat secara emosional pada orangtua saya.
Dan saya sangat nyaman jika menjalani kehidupan ini bersama dengan orang-orang yang akan selalu terhubung baik secara spiritual maupun emosional. Seperti melintasi waktu sambil bergandengan tangan. Jika suatu saat saya jatuh akan ada yang menangkap saya, tapi saya juga menyadari bahwa akan ada saatnya saya benar-benar terjatuh tanpa ada yang menopang.
Untuk itu menyadari sejak dini, akan membuat langkah ini semakin baik. Menjadi terbaik bagi diri sendiri lebih bijak untuk dapat menunjukkan pada dunia hal yang dinamakan kebajikan.
Jadi mari berjuang untuk menceriakan dunia, karena semua tidak berhenti disini.