
Hello pepiers...
Setelah liburan yang sangat sangat panjang. Dan begitu begitu membosankan. Akhirnya saat masuk kantor tiba. Pertama mau ngucapin selamat lebaran!! Walau sudah lewat semoga moment dan aura pemaafan masih tercium dan terasa. Maafin saya ya seperti saya memaafkan kamu, kalau gak mau maafin berarti kamu dosa...xixixi ngancem... Btw saya hanya menerima maaf yang tulus dan berasal dari hati ^u^.
Nach saya mau berbagi tentang masa lebaran ini, kenapa kata bosan begitu menggema karena 2/3 dari masa libur itu saya stay @ home. Seperti napi yang boleh menjalani tahanan luar. Tapi disamping itu semua baik-baik saja dan santai.
Di tv dalam sepekan hanya tiga hal yang menarik perhatian saya yaitu arus mudik, kebakaran dan G-20 di pittsburgh USA. Walau porsinya berbeda tapi acara favorit saya adalah arus mudik beserta kisah dan tragedi di dalamnya. Saya berkesimpulan bahwa kunjungi orang terkasih saat waktu dan transportasi menuju sana aman, nyaman dan lega.
Beredarnya banyak film lokal maupun non lokal di tv membuat saya mengalami perputaran jam tidur yang cukup terbalik. Siang yang panas menjadi begitu menakjubkan dan malam yang dingin menjadi menegangkan. Dan akhirnya hari pertama bekerja menjelang siang kepala saya mulai berputar ingin merebahkan dirinya. Semalampun tidur jam 2 pagi. Awesome bukan? hehehe
Selama orangtua saya di solo dan jogja tiada hari tanpa komunikasi, selalu menanyakan kabar apapun itu. Manyenangkan bukan? Seperti orang yang sedang kasmaran, tapi jatuh cinta setiap hari dengan orang yang kita sayangi adalah kewajiban yang tulus. Saya jadi ingin mencari seseorang yang bisa membuat saya jatuh cinta setiap hari.
Lebaran itu identik dengan jalan yang lebaran, karena sepi. Dan hanya segelintir orang yang berlalu lalang di jalan, lebih suka stay di tempat wisata, mall ataupun rumah. Dan dipastikan hampir 60% orang di jakarta ini urbanisasi diantaranya kedua orang tua saya ^_^.
Kalau bicara fenomena ini saya sangat kesal karena mengapa pendapatan harus disentralisasi di satu tempat saja. Membuat kesenjangan semakin menjadi. Sampai kapan pemerataan dan stop pemiskinan ini dapat bergerak kearah perwujudan. Hanya bisa berdoa, dan berharap ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk mengurai benang yang sudah kusut dan mungkin hampir putus ini.
Ada satu cerita dari saya tentang terjun bebas di dapur sebagai pemasak pemula. Karena lebih banyak dirumah maka saya eksperimen memasak dengan segala lauk pauk dan bumbu atau sayuran yang bisa diolah. Ehm saya disini berperan seperti farah quin dengan kata-kata andalannya 'this is it'. Dan ternyata menyenangkan juga bergaul dengan cabe, kol, jagung dan rekan-rekan lainnya. Hasilnya sukses, dan bisa saya makan buat diri saya sendiri. Tapi untuk terus menekuni dunia ini mungkin saya lebih suka menjadi astronot yang hanya sesekali menyentuh bulan dalam arti kata belum begitu mencintai dapur.
Kabar terbaru adalah orangtua saya besok akan tiba di jakarta. Thanks God, masih diberikan kesempatan untuk menjaga dan bersama mereka.
Sekian untuk hari ini.... Semoga saya lebih bersemangat lagi menjalani hidup agar ada cerita dan kisah yang menantang serta bermakna yang bisa saya bagi.
Note :
Film anak Upin dan Ipin mulai menggelitik saya. 'betul betul betul'
Film Memoirs of Geisha mengajarkan saya bahwa dalam sunyi sesungguhnya jangan pernah berharap karena harapan ada disaat terang. Tapi menggenggam harapan seumur hidup berarti mendekap keinginan tetap hidup. Nilainya : ***** must have this dvd
Masak itu mengandalkan insting dan feeling. Jangan pernah memasak agar dipuji orang tapi buatlah masakan itu sepenuh hati seolah kita membuatnya untuk yang kita kasihi (diri sendiri atau orang lain).



