Saya pernah membaca tentang kisah seseorang yang dibukukan berjudul 'aku benci jatuh cinta'... Menarik dan terbenam di dalam otak dengan pemahaman yang tak pernah saya pahami. Benci jatuh cinta, diawali dengan ketertarikan kepada seseorang kemudian merasakan ada yang berbeda hingga rasa ingin memiliki tapi ada satu hal yang tak terperi yaitu benci menebak apa yang akan terjadi atau apakah mereka memiliki rasa yang sama. Dan kesimpulan akhirnya adalah dia mengakui bahwa dia takut hidup sendiri. Untuk itu dia memaknai semua misteri dalam hidupnya di kala jatuh cinta membuatnya menjadi sosok yang berbeda dan saat bersamaan rasa takut itu menderanya, takut sendiri...
Hal itu pernah menjadi bahan pemikiran saya selama bertahun-tahun. Apakah pada akhirnya saya harus hidup sendiri? Lalu bagaimana norma kesusilaan dan adat melihat yang terjadi pada saya kelak. Apalagi hati dan jiwa saya harus menanggung ini, karena pasti berimbas pada keluarga dan orang-orang terdekat dalam hidup saya. Dan rasa cemas yang berlebih itu mengantar saya pada sebuah ketakutan bahwa saya takut sendiri.
Terlalu banyak sekali pemikiran yang coba saya pecahkan satu persatu setiap kali didera pertanyaan benarkah saya takut sendiri. Sungguh saya takut, tak ingin menghabiskan seluruh berkah yang berlimpah dalam hidup hanya untuk saya habiskan sendiri. Saya ingin berbagi. Dan saya tahu bahwa menghabiskan hidup dengan seseorang itu penting. Tapi adalagi yang lebih penting yaitu dengan siapa akan saya habiskan karunia ini. Bukan saya takut salah pilih. Toch sesungguhnya tak ada yang ideal, dan juga saya tak berniat untuk menjadikan seseorang sebagai pantulan diri yang saya inginkan. Tapi bukankah kita harus melewati beberapa orang yang salah untuk dapat memastikan yup, this is!..
Tapi beberapa kali mengalami hal serupa yaitu jatuh cinta, saya mengerti rasanya benci jatuh cinta, karena efek terburuk yang saya peroleh yaitu kehilangan dan hidup dalam pemikiran yang tak menentu/menebak. Tapi ada juga hal positif dan baiknya seperti menemukan seseorang atau mempunyai seseorang yang bisa diajak untuk sharing, dapat mengungkapkan isi hati dan menghapus kegundahan jiwa. Untuk itu saat jatuh cinta dapat juga menyebabkan penyakit jantung, gagal ginjal dan hal lain seperti halnya akibat dari merokok. Jadi, hal itu sungguh membahayakan hati dan merusak jiwa. Bukankah lebih baik sakit gila daripada sakit jiwa, tapi senadainya saya boleh memilih maka itu bukan pilihan yang saya sukai. Toch bercita-cita menjadi seorang penulis saja sudah membuat saya gila, apalagi ditambah jatuh cinta yang bisa membuat double crazy. Itulah mengapa kata Cinta bisa membuat saya sakit, karena saya tau konsekuensinya. Pada dasarnya setiap orang pernah menjadi dokter cinta bagi diri dan sesamanya. Tapi penangkal apakah yang akan kita bagi, obat atau racun. Pilihan yang sangat mudah saat kita berpikir normal, tapi dalam kamus cinta semua logika sirna tak bersisa. Racun bisa jadi obat, obatpun kita anggap racun.
Tanyakan cinta pada saya, tak akan ada jawaban. Karena cinta saya aplikasi dari teori cinta. Jawabannya hanya akan muncul saat anda bersama saya menjalani hidup ini bersama-sama. Disanalah cinta saya yang akan menjawab, bukan saya. Cinta saya malu-malu hanya akan terlihat oleh seorang yang merasakannya.
Bagaimana? Masihkah perlu bertanya apa itu cinta...Saya harap jangan karena bisa merusak diri anda jika anda terobsesi olehnya.
Hal itu pernah menjadi bahan pemikiran saya selama bertahun-tahun. Apakah pada akhirnya saya harus hidup sendiri? Lalu bagaimana norma kesusilaan dan adat melihat yang terjadi pada saya kelak. Apalagi hati dan jiwa saya harus menanggung ini, karena pasti berimbas pada keluarga dan orang-orang terdekat dalam hidup saya. Dan rasa cemas yang berlebih itu mengantar saya pada sebuah ketakutan bahwa saya takut sendiri.
Terlalu banyak sekali pemikiran yang coba saya pecahkan satu persatu setiap kali didera pertanyaan benarkah saya takut sendiri. Sungguh saya takut, tak ingin menghabiskan seluruh berkah yang berlimpah dalam hidup hanya untuk saya habiskan sendiri. Saya ingin berbagi. Dan saya tahu bahwa menghabiskan hidup dengan seseorang itu penting. Tapi adalagi yang lebih penting yaitu dengan siapa akan saya habiskan karunia ini. Bukan saya takut salah pilih. Toch sesungguhnya tak ada yang ideal, dan juga saya tak berniat untuk menjadikan seseorang sebagai pantulan diri yang saya inginkan. Tapi bukankah kita harus melewati beberapa orang yang salah untuk dapat memastikan yup, this is!..
Tapi beberapa kali mengalami hal serupa yaitu jatuh cinta, saya mengerti rasanya benci jatuh cinta, karena efek terburuk yang saya peroleh yaitu kehilangan dan hidup dalam pemikiran yang tak menentu/menebak. Tapi ada juga hal positif dan baiknya seperti menemukan seseorang atau mempunyai seseorang yang bisa diajak untuk sharing, dapat mengungkapkan isi hati dan menghapus kegundahan jiwa. Untuk itu saat jatuh cinta dapat juga menyebabkan penyakit jantung, gagal ginjal dan hal lain seperti halnya akibat dari merokok. Jadi, hal itu sungguh membahayakan hati dan merusak jiwa. Bukankah lebih baik sakit gila daripada sakit jiwa, tapi senadainya saya boleh memilih maka itu bukan pilihan yang saya sukai. Toch bercita-cita menjadi seorang penulis saja sudah membuat saya gila, apalagi ditambah jatuh cinta yang bisa membuat double crazy. Itulah mengapa kata Cinta bisa membuat saya sakit, karena saya tau konsekuensinya. Pada dasarnya setiap orang pernah menjadi dokter cinta bagi diri dan sesamanya. Tapi penangkal apakah yang akan kita bagi, obat atau racun. Pilihan yang sangat mudah saat kita berpikir normal, tapi dalam kamus cinta semua logika sirna tak bersisa. Racun bisa jadi obat, obatpun kita anggap racun.
Tanyakan cinta pada saya, tak akan ada jawaban. Karena cinta saya aplikasi dari teori cinta. Jawabannya hanya akan muncul saat anda bersama saya menjalani hidup ini bersama-sama. Disanalah cinta saya yang akan menjawab, bukan saya. Cinta saya malu-malu hanya akan terlihat oleh seorang yang merasakannya.
Bagaimana? Masihkah perlu bertanya apa itu cinta...Saya harap jangan karena bisa merusak diri anda jika anda terobsesi olehnya.