Selasa, 04 Agustus 2009

Magic Box bernama Toilet

The Men’s Guide to the Women’s Bathroom

Setelah buka dan baca blog di http://www.kutukutubuku.com/ tentang pengalaman unik di toilet, jadi teringat kisah beberapa bulan lalu ketika di toilet Blitz Megaplex...

Waktu itu ada acara nonton sama genk 8 (kumpulan cewek cewek yang beranggotakan 8 orang) di Blitz Megaplex dan film yang akan ditonton adalah The International. Setelah film usai saya dan dua orang teman ke toilet, kalau pernah kesana pasti tahu bahwa toiletnya bernuansa dark (serba hitam).
Keluar dari toilet dekat kaca saya melihat seorang ibu sedang membersihkan bagian bahu belakang kaos gadis kecilnya yang saya perkirakan berumur 9 tahun. Dengan posisi menghadap kaca gadis kecil itu hanya terdiam dan terlihat tidak perduli dengan ceramahan ibunya. Tapi setelah saya amati ternyata bukan tidak perduli tapi dia sedang melihat sosok dibelakangnya melalui kaca didepannya.
Sesaat saya menoleh kearah yang dilihatnya, ternyata seorang gadis remaja memakai jaket kuning digulung sedang mencuci tangan. Apa yang menarik? pikir saya ketika itu. Mungkin rambut pendeknya yang bergaya spike dengan warna sedikit terang. Gadis remaja itu berbalik menatap kaca untuk mengacak-acak rambutnya (menurutku). Tanpa berhadapan kedua orang ini bertatapan di kaca, si gadis kecil menatap kagum dan si gadis remaja hanya tersenyum. Senyum yang mengajak seseorang untuk tersenyum juga. Tak ada kata yang terucap dan semua berlalu begitu cepat.
Adegan melihat kaca dengan menatap orang lain sungguh membuat saya merasa bahwa di tengah kegelapan ini kaca seperti mempunyai daya magis yang membuat orang lalu lalang di toilet berhenti sejenak untuk saling memperhatikan.
Dan apa yang membuat gadis kecil itu terpaku dan tak perduli dengan keadaan sekitar tapi terpatri pada satu sosok? Jawabnya adalah karena gadis remaja itu seperti atau mungkin dia Agnes Monica. Entahlah, tapi perjumpaan seperti ini mungkin membawa kesan tersendiri untuk gadis kecil itu walau hanya disebuah toilet sempit dan tak ada orang yang memperhatikan satu sama lain.
Tidakkah kita berpikir bahwa setiap orang yang berbaur diluar ternyata mempunyai space atau ruang tersendiri yang menakjubkan dan bisa dibilang magic box bernama toilet, tempat membuang yang harus dibuang dan merapikan setiap bagian diri untuk merasa percaya diri ketika berbaur kembali ke lingkungan luar.
Dan hal yang membuat saya tertarik untuk ikut, selain sebuah buku gratis adalah judul daripada buku ini 'The Men's Guide to The Women's Bathroom'. Dan buku terbitan gagas media selalu menarik minat saya, terlebih belum pernah sebelumnya saya membaca sebuah buku yang mengupas sisi kewanitaan melalui hal yang pribadi tapi sering dilupakan yaitu toilet atau kamar mandi.
Jadi penasaran dengan isinya.
Semoga lebih dari yang saya bayangkan.