
Bulan juni di sore hari terakhir...
Malam penutup telah hadirkan bulan juli didepan mata...
Bye June... So wise ...n kept wise...
Ngulikk...
Di penutup bulan ini gw mao cerita tentang sebuah film yg menggugah rasa gw secara jasmani dan rohani.. Cerita yg menyentuh dan penuh sensasi. Mungkin hampir mirip latar cerita Benjamin Button tapi cerita ini lebih bisa buat gw sedich secara story. N cerita film ini berjudul The Reader..
Film Kate Winslet yg dapet penghargaan oscar 2009 sebagai aktris terbaik, dan menurut gw layak banget dia raih. Aktingnya segi gestur dan penjiwaan very good. Cerita tentang zaman Nazi, yang dikemas dengan baik dari segi seorang terdakwa. Tentang cinta seorang pemuda belasan tahun (Michael Berg) dan wanita dewasa tigapuluhan(Hanna Schmitz). Romantis diawal cerita. Kemudian ada masalah dimana cinta itu harus terlepas begitu saja karena hanna menghilang begitu saja meninggalkan michael yg patah hati. Delapan tahun berlalu dan michael yg telah menjadi seorang mahasiswa hukum harus menghadiri penelitian pengadilan dari kejahatan Nazi. Disanalah dia bertemu hanna yg menjadi salah satu terdakwa dari enam orang pengawal SS nazi yg telah dituduh membunuh 300 orang yahudi akibat kebakaran di gereja tempat tahanan itu berada. Ketidakpercayaan dan ketakutan michael menghadapi itu membawa nya pada sebuah persimpangan antara hanna yg dikenalnya dengan terdakwa hanna, suatu perbandingan yg sangat tidak mungkin.
Nach disinilah mengapa film ini diberi judul the reader walaupun diawal film telah dijelaskan dengan nonverbal bahwa hanna suka sekali dibacakan cerita, karena pada akhir keputusan pengadilan mengenai siapa yg bertanggung jawab tercantum pada selembar kertas pengakuan dan berisi tanda tangannya. Saat dia membantah itu hakim memintanya untuk menulis agar dicocokkan dengan surat itu, tapi dengan gemetar hanna hanya mengakui tanpa menulis satu katapun. Disanalah flashback yg banyak mengiringi film ini membuka mata michael bahwa hanna tidak bersalah karena secara yg diketahui dan michael ingat hanna tidak pernah sekalipun menulis atau membaca, karena hanna buta huruf. Menyadari itu michael ingin menolong tapi mustahil baginya untuk melakukan itu karena itu berhubungan dengan hubungan mereka dulu, walau sebenarnya hanna bisa saja terbebas dari hukuman seumur hidup jika mengakui ketidakmampuannya itu, tapi toch hanna tidak melakukannya. Tahun demi tahun berlalu dan kepulangan michael kembali ke jerman menggugahnya untuk membantu hanna dengan mengisi kesepian hidupnya dengan bercerita melalui kaset yg dikirimnya secara rutin berisi puluhan cerita yg istilah katanya mendongengi hanna di dalam penjara.
Yang paling gw suka adalah endingnya, dimana hanna mulai belajar menulis dari pencocokan antara kaset rekaman dan buku cerita, amazing banget melawan ketakutannya dengan bersahabat pada pikirannya untuk memperjuangkan ketidakmampuannya yang ditutupi oleh rasa malu yg besar, it's so hard...
Sedich dan pengen nangis? pasti....
Akhir yg tidak happy ending walo akhirnya hanna gantung diri. Di surat wasiatnya hanna meninggalkan pesan untuk michael untuk memberikan tabungannya di sebuah kaleng untuk seseorang yg seharusnya berada di penjara..
Ach... Story yg teramat sangat menyentuh tentang sebuah kebenaran yg tidak selalu ditemukan kebenarannya. Tapi apapun itu, digambarkan bahwa cinta memang tak memandang, dia bisa hadir kapan saja, dimanapun dengan segala konsep yg aneh bahkan dalam situasi seburuk apapun.
This movie ***** bintang lima dan two thumbs up .... great ...
Tak pernah ada yg bisa menilai sebuah kisah dengan hanya melihat siapa yg benar dan salah tp juga harus memahami kisah dibalik semua tindakan dan kehidupan yg kita adili. Setiap keping mempunyai dua sisi, usahakan untuk tetap menilai secara positif.
Yup ... cerita ini berakhir disini ...
June ... Bye ... June... Rilex ... June.. Means a lot .....
Besok telah memasuki bulan juli yg mungkin dan pasti penuh dengan tantangan....
Jadi harus semangat.....








