Rabu, 08 Oktober 2008

Puppy Girlz ... At past time...

Link by out of control...
When u do not know what can u do to realize u'r personality it tips to make it ok...no matter what someone tell u about u'r self do not be selfish and not listen what someone tell about u...trust me ...if someone that u love so much gone and never came back to u, God knows what u need at time... maybe he/she is not the one...or the right person.
Aku tidak pernah sedikit pun ragu tentang kata-kata atau perbuatannya. Dulu ketika OP leave me alone, he tells me something 'If someone be your soulmate, he always be yours'. Dan aku tidak lagi kecewa andai my beloved heart leaves me coz i know maybe God want to tell me that he is not the right person. Dan itu berlaku hingga kini. Hatiku sedikit tenang karena aku percaya Tuhan. Dia pernah bilang bahwa hal terbaik dalam hidup adalah ketika kita tidak kehilangan atau membatasi apapun dari diri kita karena permintaan atau kehendak orang lain. Dan aku tidak ingin melakukan itu padanya. Aku ingin menjadi orang terbaik yang pernah dia miliki. Aku pun secara tidak sadar menginginkan kebebasan itu. Pergi dan menghabiskan waktu bersama teman-temanku sebelum aku terjun total hidup bersamanya selamanya, tak tak akan menyesal telah menomorduakan hal lain selain dia. Hidup harus adil, dan aku pun ingin demikian.
Membayangkan bahwa kita hanya akan fokus pada satu hal membuatku berdebar, kata sanggup seakan membelenggu hidup ini, dan pertanyaan SANGGUPKAH seakan bagai lonceng kematian yang memutus rantai kebiasaan kita untuk terus berjalan pada satu kemungkinan terbaik atau terburuk. Aku pernah membicarakan ketakutan ini padanya , tapi dia hanya tertawa dan menyakinkan bahwa mungkin akan banyak perubahan tapi takkan ada keterbatasan, dan dia bilang satu hal yang sampai sekarang rasanya masih aku tertawakan, katanya menikah itu menyenangkan. Really? ... Why it's sound like hurts my heart...
Menyenangkan? dalam hal apa? Buat anak hahaha ... Sanggupkah menjalani hidup bersama seseorang yang terkadang membuat kepala ini terasa mau pecah .. Rasanya selfish masih menggerogoti separuh jiwa ini. Aku tak mau mengalah ketika dia hanya memikirkan pekerjaan dan mudah sekali tersinggung untuk setiap hal yang tidak masuk di nalarnya. Ibaratnya matahari tak mungkin terlambat terbit atau terbit dari barat dan jika itu terjadi maka takkan ada kehidupan lagi... Lalu apa salahnya kalau aku memilih untuk tetap disini dan tak ingin mengikutinya kesana. Hidup bersama keluarganya terasa menakutkan tapi dia selalu mengagungkan keluarganya. Apa hebatnya dengan keluarganya? Dan dia akan mulai berkoar dengan marga dari marga dan tentang kemargaan yang lain dimana terlalu HEBAT...
Sisi lain yang paling aku sukai dari dia tak sebanding dengan kekerasan hatinya. Aku suka ketika pertama kali kami first date, aku menunggu di halte dan dia tiba dengan motor merahnya, senyumnya ketika itu berbeda dengan senyum nakal ketika kami masih sekolah dulu. But the rain almost break my date ... Tak ada kata sayang atau cinta hanya pegangan tangan. Hanya satu kata 'Sweet' saat aku berkata 'I am not pretty'. Of course ..Silly... Tapi aku menghargai setiap upaya dia menyenangkan aku, dan setiap teringat itu aku akan sedih karena masa itu hanya sesaat dan saat jarak semakin jauh melebihi waktu saat bersama disini setiap hari , kini dia jauh tapi kenapa semakin kesininya kok dia terlihat bahagia ya, dan kadang membuat hati senewen, tapi setiap hari bertengkar sudah terlewati, sudah bosan.... Ujung-ujungnya Sorry ... Oh make me tired...
Did i believe him ? No
I just try to believe. Just that....
Salahkah aku merindukan OP ?
For my beloved heart, sorry if .... I can not be with u...