Kamis, 07 Agustus 2008

Right Here Waiting


Welcome back to August...

Hei,..kemarin aku berjanji untuk membuat cerpen disetiap harinya, tapi berhubung tak ada waktu dan hanya ada sedikit kisah yang terekam dalam otak, jadi bisa dibilang lagi sekarat inspirasinya dan hanya bisa menghasilkan dua kisah yang terlalu sentimentil.
Untuk itu pembahasan cerpen dibahas cukup di bulan Juli. Bulan Agustus ini maunya diisi kisah yang membahagiakan dan tentang words of spirit. Btw tau lagunya Richard Marx yang berjudul 'Right Here Waiting 4 U' kan? Aku juga menyukai lagu itu, walau bisa dibilang jadul tapi sampe sekarang tetap melegenda.
Sebenarnya lagu itu kalo dinyanyiin di surga enak juga, yang berarti Bapa disurga menunggu disana. Duch gak kebayang kalo bisa nyampe di gerbang pintu itu, terutama dengan dosa yang tak terhitung banyaknya. Yach mengkin itu impian yang entahlah apa bisa terwujud. Back again... about this title on the top, i really like that song cause descripted in my heart. 'Wherever u go whatever u do, i will be right here waiting 4 u'.
Tapi lagu itu juga bisa mengartikan penantian bukan hanya pada seseorang, tapi pada terwujudnya doa. Seperti jodoh, rejeki, maut yang bisa datang kapan saja, dan terlihat seperti menanti sesuatu disana, menanti kita. Apapun itu setiap orang bisa mengartikan lain, tapi semua memiliki satu hal yang sama menanti.
Bukankah semua ada masanya, dan hidup hanya tentang dua hal : kiri dan kanan, pria dan wanita, salah dan benar, surga dan neraka, mananti dan dinanti, cinta dan benci, anugrah dan musibah, dan banyak lagi. Tak ada yang abu-abu, di tengah atau apapun juga karena pada dasarnya semua jelas dan tergambarkan lewat siluet yang tak bisa dibaca hanya dengan mata, bukankah hati berperan. Dan tentang sesuatu yang 'meninggalkan dan ditinggalkan', tak pernah terbayangkan bahwa semua berakhir dalam perjalanan dan penantian yang panjang hingga akhirnya bertemu dengan Sang Khalik, Pemilik Hidup ini.
Like u and i but now it's us, it's we. Everybody Right Here Waiting for everything. And still right here, don't know until when. Bukankah kita lebih suka ditunggu daripada menunggu? Menunggu itu membosankan dan ditunggu itu memacu adrenalin atau mendebarkan. Apapun itu, aku sepertinya terbiasa menunggu daripada ditunggu.
Yach untuk jadi seorang yang ditunggu harus ada yang menunggu, dan itu adalah perputaran atau siklus kehidupan. Agar ada reaksi harus ada aksi. Dan itu perputaran yang membawa semua kembali ke satu masa yang tak bisa dipungkiri lagi.