Edisi Perdana .... Enjoyed it
Rara memandang foto wajah itu terakhir kali sebelum merobek dan membakarnya. Masih tertinggal kenangan yang membuat tetes airmata itu tak terhenti. Disingkirkan semua itu, dengan lesu bangkit menjinjing tas besar. Kamar yang bertahun-tahun menemani kini tinggal kenangan. Seminggu lagi adalah hari pernikahannya, ia harus segera terbang ke Lampung tempat calon suami. Selamat tinggal Dandi, semuanya. Perpisahan dengan Dandi berlangsung sangat cepat, hubungan yang terbina selama tiga tahun kandas tanpa ada kata putus. Masih teringat janji bersama yang begitu naif terucap. 'Jika nanti kita berjumpa lagi pada usia 27, maukah kau menikah denganku?'. Selama lima tahun dia menunggu janji itu, seperti anak hilang. Menunggu cinta yang mungkin tak pernah terengkuh. Tahun ini usia mereka menginjak 27, tapi Dandi tak pernah kembali. Waktu telah mengubah semuanya, termasuk janji Dandi. Tanpa sengaja Rara melihat Dandi bersama yang lain. Dan janji yang terasa agung bagai prasasti sejenak luluh lantak. Bukan hanya telah melupakannya, bahkan Dandi tidak lagi mengingat Rara.
Dengan langkah pasti, dihapusnya semua harapan bersama Dandi. Mario telah memberi kabar bahwa orangtuanya setuju untuk melamar Rara akhir tahun ini. Hubungan dengan Mario yang pada awalnya hanya pelarian berakhir di pelaminan, walau dengan hati yang bimbang diterima juga lamaran Mario. Mungkin Mario bukanlah orang yang ku inginkan, tapi dia datang saat aku membutuhkan. Pria pertama yang memintanya untuk menikah telah memilih orang lain sebagai pelabuhan hidup. Kini dia harus berjuang meraih dan memupuk cinta yang mencintainya. Dikirimnya sms sebagai ucapan selamat tinggal pada Dandi. 'Aku doakan semoga kamu bahagia, from Rara'. Tak disangka balasan yang diterima dari Dandi esoknya ketika telah mendarat di Lampung 'Merpati tak pernah ingkar janji, tapi menepati bukan yang terbaik. Bukankah Merpati tak bisa singgah lagi di hati, jika telah termiliki yang lain. Selamat berbahagia, from dandi'. Apa maksudnya?. Sejak itu Dandi menghilang, tak ada nomor yang bisa dihubungi.
Dua bulan kemudian, Rara kembali ke Jakarta. Sejak pernikahannya, Mario tidak pernah sedetikpun membiarkan pikirannya berkelana. Mario selalu berusaha memberi kebahagiaan pada setiap tarikan napasnya. Dan kini tak mungkin lagi untuk pergi karena rasa sayang itu telah tercipta begitu indah. Menginjakkan kaki kembali di kota itu, membuatnya ingin bertemu teman-temannya terutama Dandi. Dari Dira, Rara tahu bahwa Dandi telah pindah tugas ke Marauke. Bertahun-tahun berlalu, Rara telah memiliki Keyla. Dan ini adalah hari pertama Keyla masuk sekolah taman kanak-kanak. Disana Rara bertemu Dandi yang sedang mengantar seorang anak. Dengan gugup, Rara menghampiri cinta pertamanya. Rupanya Dandi sedang mengantar keponakannya yang merupakan anak dari adiknya. Dandi tidak berubah, semakin matang dan dewasa. Rara memperkenalkan Keyla. Dandi berkata bahwa dia mirip ayahnya. Dengan kaget Rara bertanya, tahu darimana. Dengan tersenyum Dandi meledeknya, karena Keyla sama sekali tidak mirip ibunya. Seolah mencair semua ketegangan itu. Makan siang bersama Dandi, menceritakan tentang kehidupan masing-masing. Dengan sedikit berangan Dandi berkata 'Jika dulu merpati tidak ingkar janji mungkin keadaan akan berbeda, mungkin kau tidak akan pernah sebahagia ini. Untung saja merpati ingkar janji'. Rara terpekur mendengar kata itu. 'Benarkah begitu?'. Dengan mencolek pipi Rara yang sedikit gemuk, Dandi berkata 'Pasti, Dan kau tahu satu hal Ra, dalam hubungan pernikahan lebih baik jika suami yang mencintai istrinya lebih bukan sebaliknya. Dan aku yakin aku takkan bisa memberi semua itu, seperti Mario lakukan padamu'.
Dulu ia begitu menyesali kenapa merpati ingkar janji, tapi kini ia mengerti mengapa merpati melepas janji itu. Dengan tersenyum Rara mengangguk. Dandi hadir seperti siluet hati yang perlahan mengabur dan menghilang. Perjumpaan dengan Dandi tidak hanya menghapus semua luka tapi juga ia dapat mengenal Dandi sebagai pribadi yang berbeda. Mungkin cinta takkan ada lagi diantara mereka, tapi mereka adalah merpati yang saling melepas agar saling bahagia.
Love will not lead you back to my arms. But i believe we can be loved again. Someday you just know that.