
Back to July....
July Nice, July Strong, July Cute, July Romance and July Memory.
Ini adalah awal bulan Juli, dimana semua terasa berantakan. Tapi disinilah awal dari kehidupan pendidikan, kemerdekaan dan harapan. Semua yang terlepas dari serbuk kenyamanan duniawi dan berubah menjadi mandiri, tak kuasa untuk memohon agar menjadi lebih baik lagi. Bukan ini yang ku harapkan di bulan Juli ini. Aku tahu suatu saat aku harus manjalani hidup ini sendiri, bersama orang lain yang juga sendiri. Melangkah keluar dari sangkar emas dan mulai mengembangkan sayap untuk terbang mencari arah mata angin yang akan membawaku. Karena pilihan itu begitu banyak dan hanya satu yang sesuai. Banyak pertanyaan yang terlalu abu-abu, dan itu terkadang membuatku tak siap menghadapinya. Hari ini adalah berkat melimpah yang harus ku syukuri karena aku tak dapat merubah masa laluku serta tak dapat melangkah lebih cepat ke masa depan yang masih misteri. Masa depan yang memiliki harapan dan juga kehampaan. Semua dibangun hari ini dan aku hanya harus mempercayai itu semua. Seperti halnya aku percaya bahwa aku bisa melangkah ketika tapak kaki bayiku mulai siap untuk bangkit. Dan kini aku bisa melangkah sendiri, tapi inderaku lain mulai memutih dan beku. Seperti sebuah aliran air di kolam yang kemudian dibuka untuk dialiri ke muara sungai untuk menuju lautan. Kini aku seperti buih yang sedang terombang ambing di sungai (lucu, karena sungai hanyalah aliran yang mengalir dari hulu menuju muara).
Setelah pengandaian yang tak jelas, sekarang tema utama kembali lagi...
Aku memiliki harapan yang simple, ingin jadi orang baik dan berguna. Tapi seiring bergulirnya waktu aku hanyalah aku, dengan banyak sekali kekurangan yang secara naluriah lebih banyak aku sesali. Jujur, aku ingin menjadi manusia yang menyenangkan bagi semuanya termasuk bagi Sang Penciptaku. Duh, aku merasa biasa saja dalam apapun, padahal ketika kecil akulah segalanya. Memiliki otak yang melebihi kapasitas, dan sering menjadi kebanggaan semua orang. Mengikuti banyak perlombaan dengan penghargaan yang lumayan, bagiku suatu pencapaian prestasi yang luar biasa. Kemudian kuterjebak dalam sebuah dunia, yang kuakui jika aku bisa memutar balik waktu tak ingin kusinggah sedikitpun di dunia itu. Sekarang aku masih berada di dalamnya dan aku tak dapat menemukan jalan keluarnya. Dunia yang tak dapat kusangkal telah menipu otakku, dunia yang tak dapat tersentuh oleh akal sehat sekalipun, dunia ini dapat menghilangkan logikaku. Dan kini itulah tugas utama dan misi terpenting dalam hidupku, keluar dari dunia itu. Di usia yang seharusnya mematangkanku, telah kutemui banyak pengalaman hidup yang bagiku luar biasa menakjubkan, yang membuatku terperangah dan tak bisa berkata-kata. Aku menyadari di sisi hatiku yang terdalam aku masih menyimpan sifat kekanak-kanakanku, sifat yang bagiku suci dan ketakutan menghadapi setiap orang asing. Tapi aku menyukai itu, dan tidak akan pernah kurubah sampai kapanpun, akan tetap tersimpan disini. Dan diusiaku kini, aku memiliki harapan yang merupakan impian kecilku, hidup bersama dengan seorang yang aku cintai. Pangeran berkuda putih itu kuharap segera membawa aku menuju istananya. Aku berharap my lovelyku memberiku dunia baru yang selalu kuimpikan. Mungkin mimpiku terlalu muluk, tapi menyadari bahwa bersamanya merupakan hal terindah, aku tidak akan menghilangkan mimpi itu.