Kamis, 24 Juli 2008

Memoirs of Detective


Welcome in journey being an detective...

Who is your favorite Detective?
I choice three names : Sherlock Holmes, Miss Marple and Hercule Poirot. Did you know who they are? I present my detectives in book to real. First Sherlock Holmes, detective from Baker Street, North England. He is really brilliant and has any capables. I love what he acts of every cases he takes. Solve a case not easy like read the books and find answer of it. He ables play biola and can use gun or knife. But he traps in kokain. He has a friend from militer and a doctor is Dr. Watson. He always beside Sherlock wherever he outs.
Next Miss Marple from England too, but in village. So she solve cases in around village, what have a mystery from the people who lives in village. She calms, imagines and quiks.
Last, Hercule Poirot is from Belgia. Belgian Detective prouds. He smart with brown of brain in his head. With head is like egg and small body, he really confidents absolutely in faces woman. He has a friend is Hasting's Captain.
Sekarang aku ingin membahas salah satu favoritku yang merupakan tokoh ciptaan Sir Arthur Conan Doyle yaitu Sherlock Holmes. Oh iya perlu diketahui aku juga menyukai kedua tokoh terakhir itu (Miss Marple dan Hercule Poirot) yang merupakan karya Agatha Christie.
Mengenai Sherlock tak perlu diragukan lagi, walaupun tokoh itu fiksi tapi penggemarnya diseluruh dunia menyakini bahwa hingga seabad lagipun tak ada yang menandingi kehebatan detektif itu. Dan seolah menyakini pula bahwa tokoh ini nyata, dan bukan rekaan.
Yang terakhir tertulis adalah pengarangnya juga pernah memecahkan kasus di kepolisian Inggris. Untuk karya yang Maha itu maka kerajaan Inggris atas nama Ratu Elizabeth I menganugerahi dengan gelar kebangsawanan Sir.
Diantara sekian banyak kasus yang dipecahkan, aku paling menyukai episode ketika Sherlock menghadapi lawannya yaitu Profesor Moriaty, profesor dari dunia kejahatan. Yang seperti Sherlock bilang jika dia orang baik maka banyak sekali umat manusia yang dapat diselamatkan olehnya, tapi sayang Profesor Moriaty memilih jalan yang salah. Yah, sebenarnya tak ada yang dapat menebak jalan pikiran setiap orang.
Dan tak ada yang menebak jika saat pengarangnya ingin mengakhiri kisah ini dengan kematian Sherlock dan Profesor Moriaty di sebuah jurang air terjun, akan dapat kecaman dari seluruh dunia yang tak rela idola mereka diciptakan mati begitu saja. Tapi setiap pengarang ingin dikenang pada saat diatas (menghasilkan karya yang tak dapat dilupakan), dan atas permintaan tak langsung itu, maka dihidupkanlah tokoh itu dengan sejumlah dalih jatuhnya.
Tapi bagaimanapun kisah ini berakhir dengan ketenangan yang jauh dari gaya hidup Sherlock, bertani. Dia juga pernah berkata dimanapun detektif tinggal disanalah kasus memanggil. Jangan pernah berpikir bahwa hidup di pedesaan jauh dari kajahatan, itu salah besar. Justru dimana hukum tak terjamah dan saksi mata tak ada, maka kejahatan dengan leluasa menerjang lebih hebat.
Seiring dengan kegemaran mengoleksi cerita detektif ini mempengaruhi sebagian besar pola pikir kita untuk lebih berpikir kritis dalam menyikapi suatu permasalan. Maka kurasa tak ada salahnya malah justru berguna sekali membaca bacaan yang lebih mengandalkan imajinasi dan kecepatan berpikir ini sebagai referensi bacaan koleksi.
Oh iya ada bentuk kartunnya loh. Detektif bernama Shinichi Kudo yang beralih kecil menjadi Conan Edogawa hasil karya Aoyama Gosho yang sudah melebihi dari lima puluh kasus terpecahkan. Detektif ini juga mengidolakan Sherlock Holmes sebagai acuan dalam memecahkan kasus. Jadi banyak pilihan dan mungkin akan terus berkembang menjadi lebih dahsyat seiring penambahan penggemar Sherlock. Bukankah banyak diantara kita yang ingin menjadi bagian dari sensasi memecahkan kasus ini.

So join with us in Sherlock Holmes fans club...