Jumat, 25 Juli 2008

Diantara Kalian



Tau lagunya D'Massiv yang berjudul Diantara Kalian?

Awalnya lagu ini kuanggap biasa saja, hanya lagu sendu yang mendayu-dayu dengan klip video yang bagiku terlalu simpel. Tapi setelah mendengar dengan seksama, aku terhanyut mengartikannya. Ini berisi keikhlasan dalam menjalin sebuah hubungan dengan seseorang yang telah memiliki kekasih. Mungkin ini jawaban atas semua pertanyaan mengenai ketangguhan hati yang terkadang sulit sekali dijalani.
Kita adalah kaum heterogen, yang bisa memisahkan antara memiliki dan melepaskan. Bukankah memiliki itu berarti tidak mencintai dengan tulus, dan melepaskan berarti tidak berjuang. Banyak hal yang tidak sesuai dan bertentangan dengan kenyataan dan terapan.
Ilmu hati adalah ilmu yang tidak memiliki panduan. Setiap orang memiliki pedoman yang dijalani, dan semua yang telah terjalalni kadang tidak sama dengan teori yang diagungkan para pujangga dari setiap jaman. Bolehlah kita berkata bahwa cinta itu indah. Tapi ada yang menjalani cinta dengan penderitaan tanpa hentipun tetap tak lelah untuk berjuang walau di kehidupan yang berbeda.
Apa salah jika seorang yang mulai mengenal cinta begitu mengagumi Khalil Gibran. Aku tidak mengecam mengenai puisi, lagu atau kisah yang telah ia karyakan. Pertama kali aku membaca kisah Khalil Gibran yang berjudul 'Sayap-Sayap Patah'/ Broken Wings. Shelma, merupakan gambaran bahwa cinta tak harus memiliki. Bahkan memperjuangkan dengan mengorbankan jiwa raga pada jaman itu tak ada. Mungkin berjuang dengan doa dan mengharapkan yang terbaik bagi yang tercinta adalah yang terbaik.
Itu dulu,...apa aku salah jika berpendapat begitu?. Bagiku perjuangan cinta di jaman sekarang sangat menakutkan dan hanya menonjolkan kelemahan hati. Banyak yang telah melanggar etika dan bahkan tidak mengerti apa kenikmatan surga dan duniawi. Bahkan ketulusan cinta sudah hilang tergerus oleh roda kehidupan bernama keserakahan.
Aku sangat menyukai Khalil Gibran dari caranya berpikir dan memposisikan diri sebagai penulis dan pelaku yang ditulis. Tapi apakah ini adil, seorang yang begitu mengerti cinta bahkan tidak dapat memiliki orang yang dicintai. Haruskah cinta yang dimiliki hanya menjadi tetesan embun pagi yang akan lekang tersapu kabut dan matahari.
Jika bertanya padaku arti cinta, sungguh aku buta dan tuli. Cinta dari setiap napaslah yang dapat kurasakan dalam keheningan hati. Setiap perhentian cinta membawa kita pada perhentian selanjutnya, dan hanya akan berhenti di perhentian akhir, tempat Sang Maha Cinta menghuni.

Kembali lagi ke lagu D'Massiv...

Ini mengenai cinta dimana satu pihak mengalah demi bahagia yang tercinta. Bisa dikatakan cinta segitiga, bisa juga mencintai seseorang yang telah memiliki. Apapun itu, semua bisa mengartikan lain dan memiliki persepsi yang berbeda mengenai lagu ini. Ada yang merasa di pihak mencintai tak memiliki, ada juga dipihak yang dicintai tapi tak bisa membalas, atau di pihak yang tersakiti dan terancam atas kehadiran yang lain. Siapapun yang beruntung, maka beruntunglah. Tapi bukan itu tujuan dari sebuah perjalanan, itu adalah ujian kesungguhan dan ketulusan.
Jadi setiap orang pasti pernah mengalami san mengisi posisi itu. Aku akui, aku pernah mengalami semuanya. Dan bagiku lebih menyakitkan menjadi yang tersakiti, sebab hanya di posisi itu, aku bingung sekali menentukan langkahku. Aku memilikinya tapi aku mengetahui dia juga menyimpan hati dengan yang lain, aku tak bisa bertahan diantara pikiran burukku tentang perselingkuhan, dan aku juga semakin merasa tidak bisa membahagiakan dia. Aku takut jika dia tak bahagia bersamaku.
Dan kebimbangan itu membawa aku menjadi pihak jahat yang telah memisahkan cinta sejatinya, aku takut menjadi penghalang kabahagiaan orang lain. Dan aku malah merasa pihak yang Diantara Kalian itu.

Hari ini itulah curahan hatiku....
Sampai jumpa minggu depan di cerita yang berbeda...