Selasa, 29 Juli 2008

Cinta Sudah Lewat



Fiksi Mini ~ Cerpen diwaktu luang

Kadang ingin aku bertemu dan berbagi waktu yang telah terlalui.
Tapi kenyataan yang ada Kasih, ku tak boleh mengingini.
Kahitna ~ Cinta sudah lewat

Disudut rumahmu kuberdiri, melihat acara pertunangan itu. Kau dan tunanganmu atau lebih tepat aku sebut calon suami, membuat darahku mendidih. Hatiku sakit Kasih, inikah alasanmu menghindar dan marah padaku. Tiba-tiba kau datang kerumah dan mengatakan bahwa lebih baik kita berpisah, aku bertanya Kasih, apa salahku. Tapi hari ini kusadari dan ku mengerti jawaban itu. Rona bahagia di wajahmu semakin membuatku terluka. Sukar untuk kusadari ku tak boleh mengingini.
Ku tak sanggup mengakui bahwa kau telah termiliki. Hanya dalam sekejap, kau menghilang dan meninggalkan tanya dan kenangan yang tak berlanjut. Kasih, berikan aku jawaban. Aku tak tahu kenapa hati ini tak sanggup untuk melepas dan membencimu. Haruskah kubenci orang tuamu dan tunanganmu itu. Kenapa kau harus terikat bukankah telah terucap hanya aku yang ada dihatimu.
Kupalingkan wajahku dari kerumunan itu, kutinggalkan setangkai bunga di bawah jendela kamarmu, ku yakin kau tahu itu. Kutunggu ditempat biasa, taman tempat kita bertemu dan berbagi cerita. Hingga tengah malam aku disini, dan dalam hujan airmataku mengalir. Aku tak ingin dunia tahu betapa hancurnya hatiku.
Ku mendengar langkah kaki, diantara gemerisik air hujan kau langkahkan kaki. Ach, langkah kaki yang kurindukan. Kau berdiri disana, menatapku seolah berkata, maafkan aku. Kau tertunduk, kau tak sanggup menatapku lagi. Senyum itu hilang, dengan tanganku, kurengkuh dirimu. Kita menangis diantara hujan. Dunia seakan ikut terbawa dalam suasana hati kita. Dengan terisak kau berkata maafkan aku, aku tak pantas untukmu, kau layak dapat yang terbaik, tapi bukan aku. Kukecup kening dan pipimu. Berjanjilah satu hal, kau berbahagia, kalau tidak aku akan kembali membawamu pergi. Tapi kau menjauh dan berkata bahwa kau pasti bahagia dan berjanjilah jangan temui aku lagi dan jika kita bertemu lagi jangan sapa aku. Maafkan aku. Berkali kau berkata itu dan dengan hati ini ku maafkan semua itu Kasih. Kuantar kau sampai depan rumahmu, ku berharap ini terakhir kali ku melangkahkan kaki ditempat ini.
Tanpamu cinta tak berarti, cinta sudah lewat. Tak kukira kan begini. Bila memang cinta tak harus selalu miliki namun nyatanya tak mudah melupakan.