Look at this story...
Maybe for all womans change her mind it's really difficult than change her man. That's true, but not for me. I don't understand about change and make your man be someone whose different. Actually i never change my man but i change my mind ussually. In the truth, i be different woman coz my man. His mind i can take in my heart.
Loving someone is funny like you watch drama in television. You can be devil and angel both, but you can stop time and come back to past and mended. If hell and heaven just in your mind, thats not fault but in the reality it been. Did you believe?
Ok, memang bagi diriku yang selalu bisa merubah pikiran, hingga terkadang terlihat tidak memiliki kepribadian. Tapi ada beberapa prinsip dasar yang sama sekali tidak bisa dirubah bahkan sudah mendarah daging. Jadi fleksibel dalam berpikir dan bertindak bahkan selalu bersikap seperti seorang anak kecil dengan pikiran polosnya. Bagiku merubah pikiran tidak sesulit ketika kita memiliki obsesi untuk merubah pasangan. Banyak hal yang berbeda dengan dasar bentuk yang berbeda pula. Dari itu saja sudah tampak betapa sulit menyatukan dua pribadi apalagi merubahnya.
Aku tak mengenalnya...Mungkin bagi sebagian orang itu mustahil, mengingat perjalanan empat tahun lebih. Tapi ini jujur dari hatiku yang terdalam. Setiap detik merubah setiap manusia. Bukan hanya sikap atau pemikiran bahkan hatipun bisa berubah. Terkadang saat menatap matanya, aku tidak melihat mata lembut bertahun yang lalu. Jarak dan waktu dapat merubah segalanya, maka tidak ada yang perlu aku rubah. Setiap manusia mengalami metamorfosa, menjadi baik atau tidak tergantung hati yang memilih. Aku teringat ada perumpamaan mengenai tiga buah benda yang dimasukkan kedalam air panas. Yang pertama adalah wortel saat dimasukkan kedalam air panas menjadi lembek. Yang kedua teh yang dimasukkan kedalamnya menjadi harum dan bermanfaat. Yang terakhir telur yang dimasukkan menjadi kuat. Lihatlah...Wortel yang tercipta dengan kekuatannya dalam menghadapi ujian kehidupan menjadi lemah. Teh yang kecil dan tidak bermanfaat dapat menjadi harum dan berguna. Atau telur yang rapuh menghadapi ujian kehidupannya menjadi kuat. Nah semua berubah bukan, jadi jangan pernah mencoba merubah pasangan kita tapi terima apa adanya. Karena setiap ujian kehidupan hanya ada dua pilihan tetap ujian atau naik kelas? Pilih mana...
Aku lebih memilih yang ada apanya, bukan apa adanya...Hehe bercanda...Itu semua tergantung kalian menjalani dan keikhlasan menerima. Bukankah menerima yang ada dan menghargai yang diberi lebih dari cukup. Bandingkan dengan yang tak pernah sekalipun merasakan di posisi itu. Jadi tak ada salahnya menjadi pribadi yang rela menerima apapun yang kehidupan beri pada kita...