Inilah yang aku dambakan..... melepas semua penat di tempat yang dapat mengerti bahwa kita adalah satu bagian kecil dari ciptaan yang maha megah ini. Tertambat di satu sisi dunia yang terus berputar dan tak bisa menunggu. Bukankah ini hidup ini hanya mengenai meninggalkan dan ditinggalkan. Sedangkan jembatan kehidupan adalah kepercayaan. Sandaran hidup adalah harapan. Dan Pengiring langkah adalah keikhlasan. Andai aku bisa menghentikan waktu yang berjalan dan kembali memperbaiki semua, mungkin itulah sebersit hasrat yang pernah melintasi hati setiap orang. Dunia ini tak bisa menunggumu untuk memperbaiki semua. Bahkan tidak ada yang akan memberitahumu apa saja nilai kehidupan yang telah terlewati. Panah kehidupan yang melesat telah melewati masa lalu, melintasi masa kini dan menuju masa depan. Panah itu tidak mengenal tujuan, tapi keyakinan membawanya tetap melesat. Banyak orang baik walau tak sebanyak yang sebaliknya. Hitam putih manusia membawa kekaguman dan penghancuran. Itulah ritme kehidupan, pembelajaran. Seringkali berpikir bahwa tidak ingin menjadi seseorang yang seperti itu, tapi apalah daya saat kita menyadari bahwa kitapun suatu saat akan seperti itu. Lantas apa yang pantas kita sesalkan? Apa karena kita telah dilahirkan. Musik kehidupan adalah cinta. Disanalah kita melahirkan kehidupan dan menenggelamkan kehidupan. Semua fatamorgana. Tak ada yang abadi. Tidak aku, kau dan semua. Satu persatu akan menghilang, lantas apa yang kau sombongkan. Semua yang pernah diberi akan kembali pada Sang Pemberi. Jangan sedih, senyummu adalah perwujudan rasa syukur kepada Yang Maha. Berbincanglah...Sisihkan waktu untukNya...Dia menunggumu mengatakan aku mencintaiMu. Setiap keping hati yang kau hancurkan, setiap tetes airmata yang tercurahkan untuk hal yang tak berguna hanya akan menambah sulit pekerjaan tanganNya. Lihat sekitarmu... Ringankan pekerjaan tanganNya dengan menyingsingkan lengan bajumu, tersenyum, pecahkan persoalanmu dan akui kekalahanmu. Biar sisanya yang tak bisa kau gapai menjadi jalan rencanaNya untukmu. Hari ini kau milik dirimu. Esok yang tak pasti, kau akan bersamaNya selamaNya.
Achh...Menyenangkan mengetahui aku tak sendiri. Ada kau bersamaku. Dan bila aku merasa sendiri, aku yakin kita sama-sama sendiri. Itulah yang membuat aku tenang menjalaninya. Kini bagaimana kita dapat bergandengan tangan menyongsong semua yang tak pasti, dapatkah kau tersenyum bersamaku saat ku berdiri bukan saat ku terjatuh. Kita tercipta banyak untuk saling membantu bukan membunuh. Dapatkah kita meraih cintaNya bersama, saat kita sama-sama putih. Dimana letak nilai dan hakekat suci. Dapatkah kita mengenal cintaNya saat kita sama-sama hitam. Ingatkan aku saat aku hitam, jangan sesatkan aku saat putih. Aku ingin bersama-samamu, mungkinkah itu terjadi?
Sekilas kurasakan bisik hatiku.....
Berdiri disini...saat ini...rasakan kau dicintai...karena kau adalah kau.
Lambaikan tangan...ucapkan kata sayang...jangan katakan kau akan kembali...karena semua takkan pasti saat kau ucapkan kata berpisah...tersenyumlah...dan yakinlah itu adalah senyum terakhir yang bisa kau berikan...jangan janjikan apapun...simpan dalam hati semua harapanmu padanya...jangan khawatir...tenanglah...karena ada yang mendengar suara hatimu...Dialah Pemilik Hari Esok...
Aku disini...berbagi cerita untukmu...
Cintailah hidup ini seperti kau mencintai Sang Pemilik Hidup
Hiduplah demi cinta seperti kau hidup untuk Sang Pencinta Kehidupan
This moment for share.....